Sabtu, 24 November 2012

TERTIDUR


Entah sudah berapa lama, aku tidak memainkan jari-jari ini, mencoret-coret kertas putih dengan sebuah pena pun hanya kulakukan saat duduk di bangku untuk kegiatan akademik, selebihnya, tidak.
Rasa- rasanya ada yang kurang, entah apa. Seolah aku keluar dari permainan kata. Padahal sebenarnya aku masih ingin berada didalamnya.
Seolah tertidur panjang…
Aku ingin segera bangun, ingin segera bangun!!!

Jumat, 10 Agustus 2012

old friend


Aku merasa begitu merindukanmu
Sejauh yang bisa kuingat
Sudah lama sekali kita tak bersama , meski sebenarnya kita dekat
Mungkin lingkungan baru akan membawamu ke duniamu yang baru
Semakin jauh semakin jauh..
Dan sejauh yang bisa kuingat
Tidak banyak kenangan yang aku miliki denganmu
Namun, kebersamaan yang dulu cukup sebagai memori indah persahabatanku
Tidak banyak hal yang ku lakukan denganmu
Namun, duduk disampingmu menghabiskan hari sekolah denganmu,
Merupakan kenangan tersendiri untukku
Aku merasa begitu merindukanmu
Selamat berjuang di kehidupanmu yang baru, sahabatku
Semoga Allah selalu melindungimu.

for  my old friend WGM

Kamis, 09 Agustus 2012

99 Cahaya di Langit Eropa


Setelah membaca buku ini, rasanya benar-benar ingin mengunjungi tempat-tempat yang diceritakan di dalam buku tersebut. Entah mengapa, buku ini membuatku merasa malu, karena pengetahuanku tentang sejarah Islamku begitu kurang. Buku ini bercerita tentang perjalanan penulis yang mencoba menapaki jejak Islam di Eropa yang ternyata menyimpan sejuta misteri. Islam pernah bersinar sebagai peradaban maju di dunia dan menyuburkan Eropa dengan menyebarkan benih-benih ilmu pengetahuan  dan menyianginya dengan kasih sayang semangat toleransi antar umat beragama. Namun kini yang ada hanya rahasia-rahasia masa lalu yang kini hampir tak terlihat lagi di permukaan.

Berikut beberapa tempat yang menurutku menakjubkan, dan semoga Allah kelak memberiku kesempatan untuk mengunjunginya..Amiin :)

Riana


Hembusan angin menyadarkan lamunan Riana, entah apa yang baru saja ia pikirkan, pandangannya jauh menerawang. Wajahnya sedikit tampak kecewa entah apa yang baru saja terjadi padanya.

Riana menghela napas..
Ia baru saja mengakhiri sebuah pertempuran. Pertempuran hati.
Bagaiamana ia mencoba mematikan sebuah rasa yang seharusnya tidak ada. Bagaimana ia memadamkan rasa.
Layaknya sebuah pertempuran. Kalah dan menang. Dan Riana adalah pihak yang kalah. Yang membuatnya hancur berkeping-keping.

Ini hanyalah sebuah masalah kecil dengan hatinya sendiri. Ini adalah sebuah rasa yang seharusnya membuat seseorang bahagia, seharusnya ini adalah sebuah rasa yang wajar. Tapi tidak untuk Riana. Ini hampir membuatnya Mati Rasa.
Riana.. Riana.. senyum palsu tawa palsu dan rasa sakit yang nyata.

Lelah


Aku merasa begitu lelah. Tiba-tiba saja aku aku merasa keletihan yang teramat sangat. Seakan berlari mengejar sesuatu, namun sia-sia. Tubuhku ambruk, aku ingin bangkit tapi tak ada sedikitpun tenaga. Apa yang telah terjadi ? aku tak tahu pasti, aku hanya merasa begitu lelah..
Nafasku lemah, aku ingin memejamkan mata..tapi aku harus bangkit, harus segera bangkit. Karna aku tahu aku bukan seorang yang lemah.

Jika Hati


Jika hati sekuat baja maka aku takkan terluka
Jika hati sehangat cahaya matahari maka aku takkan rapuh
Jika hati setegar karang maka aku takkan runtuh
Jika hati semanis kurma maka aku takkan merasa pahitnya kehidupan
Jika hati seringan kapas maka beratnya masalah takkan terasa
Dan hanya Dialah Yang membolak-balikkan hati manusia
Tuhan Seru Sekalian Alam
Hanya kepada Nya lah aku berserah

Kamu mati



Kamu mati
Kamu sudah mati, bukan sejak dulu, tapi semenjak aku menginginkan hal itu.
Kamu  mati.
Kamu akan selalu mati. Dan tak akan aku biarkan sedikitpun kamu kembali.
Aku sudah memisahkan, tak akan ada celah untuk kamu kembali lagi.
Atau kamu ingin membalas?
Akupun tak akan berbelas.
Aku yakin kamu sudah mati.
Aku tidak takut, aku tidak pernah takut. Padamu sekalipun.
Takutku sudah hilang, karna aku tau kamu mati. Jikapun kamu belum mati, aku juga tidak pernah akan takut. Karna aku tau kamu mati. Karna aku tau kamu sudah mati.
Kamu mati dalam kematian yang aku buat sendiri.

Jumat, 27 Juli 2012

My Pin

Ini bukan jimat, bukan juga benda keberuntungan. Hanya sebuah “pin” yang selalu aku bawa. Benda ini tidak memberikanku keberuntungan, juga tidak menimbulkan ketergantungan :D Tapi ini sangat berharga, karena aku sangat menyukainya.
Pin ini berharga bukan karna pemberian seseorang atau apa, tapi aku masih ingat bagaimana aku mendapatkannya. Memang bukan perjuangan yang besar tapi menurutku juga bisa dibilang perjuangan untuk seukuran; anak 1 smp. Beberapa hari tidak jajan hanya untuk membeli pin ini.

Tidak ada yang istimewa dengan benda ini. Tapi bisa dibilang mungkin, aku jatuh cinta pada tokoh yang ada dipin itu. Ya.. I’m fans of Luffy
Meski tidak tau seluruhnya  tentang One Piece, sedikit tahu tentang ceritanya, membuatku menyukai tokoh utamanya “Mugiwara Luffy”, he is a captain.
Aneh, banyak bercanda, terlihat bodoh, dan setauku ia tidak pernah terlihat sedih dihadapan orang lain, ia selalu punya semangat meski yang lain putus asa, dan ia punya ambisi J

Sebenarnya pin ini tidak memberiku keberuntungan, kebahagiaan, atau apalah. Aku hanya suka dengan benda ini. Dulu sempat hilang setahun, dan itu tidak membuatku bersedih. Lalu kembali aku temukan, dan membuatku sangat senang.
Saat melihatnya, pin ini membuatku berpikir ‘bagaimana memulihkan semangatku’ saat aku sedang letih. Lihat saja, tangannya mengepal ke atas, matanya sangat besar, dan senyumnya sangat lebar. Bukankah lebih baik jika seperti itu..
Meski pin ini sudah jelek, tapi aku tetap menyukainya.

Sabtu, 19 Mei 2012

Hujan


Hujan.
Mungkin ia datang karena marah, atau mungkin ia turun karena tengah bahagia. Atau ia tidak marah tidak juga bahagia.

Hujan. Apakah engkau tahu, apakah bahagia atau bersedih diriku ? Apa termenung atau sedang berbunga-bunga hatiku ?

Hujan.. apa aku boleh tahu ?
Bagaimana perasaanmu? Apa kau mau membaginya denganku ? Menyentuh setetes airmu, bisakah aku ikut mengalir bersama persaanmu..

Cerita lama


Ketika hati mengambil peran, ketika raga hanya terdiam.
Mungkin ini hanya cerita lama, yang kembali mulai aku rindukan.
Masih kuingat kapan aku merasakannya, meski sebenarnya tak begitu jelas untuk dilihat.

Saat kau menahan senyum sendiri, mengartikannya sendiri, memahaminya sendiri.
Saat perasaan meyakinkan diriku sendiri.

Aku melihat, hanya melihat
Lalu membuatku cukup yakin dengan apa yang aku rasakan, kala itu..

Aku memendam, hanya bisa memendam
Tanpa berkata, tak akan mungkin berkata, karena ia terlalu jauh..

Aku bahagia, sendiri saja..
Dengan apa yang aku rasa, waktu itu..

Aku bersedih, sendiri saja..
Karena ia semakin jauh

Aku meredup, semakin redup..
Apakah masih sama? Apa yang aku rasa, meski sekian lama aku tak melihatnya..

Aku menghela, aku menghela nafas..
Ini hanya cerita lama, yang kembali mulai aku rindukan..

Waktu


Saat waktu berlalu, mungkin kita menyadarinya dan mungkin yang lainnya sama sekali tidak kita sadari. Begitupun aku, sebagian kecil aku tahu apa saja yang telah terjadi, sebagian yang lain mungkin terlupakan walau sebenarnya aku tidak bermaksud melupakannnya.


Mudah sekali untukku terheran-heran. Yaa.. aku mungkin orang yang paling mudah berdecak kagum untuk sesuatu yang baru aku tahu, meski ekspresi itu tidak aku tunjukan secara langsung dan waktu selalu berhasil membuatku terheran-heran.

Senin, 23 April 2012


Kawan lama
Tak ada pesan yang kau sampaikan

Meski sekian lama kau tak kirim sapa
Tak ada kata yang kau ucapkan
Meski suaramu masih lantang terdengar

Senyum kecilpun tak pernah terlihat
Meski sering kau tertawa terbahak-bahak

Kawan lama
Jika waktu tersisa semoga kita tetap menyapa
Jika Tuhan mengijinkan
Kita tetap berjabat tangan

Kamis, 05 April 2012


Gagal

Gagal
Ini ya rasanya gagal? Aku tidak begitu paham bagaimana perasaanku saat ini. Hambar. Tapi aku tidak menangis. Tapi aku kecewa. Aku gagal dalam penerimaan siswa baru disebuah universitas swasta. Kecewa pasti iya. Lalu ?

Persepsi
Aku gagal. Sekaligus takut. Aku takut dengan persepsi orang-orang disekitarku. Ketika mereka akan mengatakan bahwa aku bodoh. Entah kenapa aku takut dengan apa yang nanti akan mereka katakan. Meski aku juga tahu apa yang mereka katakan terhadapku tidak akan merubah apapun.


Kamis, 09 Februari 2012

Kami


Kami

 

Kami punya mimpi. Kami punya cita-cita, Kami punya kemauan, Kami punya harapan, Kami punya tekad, Kami punya niat..

10 tahun lagi..kami akan kembali berkumpul dengan kesuksesan kami dibidang masing-masing :)
Dokter, akuntan, bidan, arsitektur, peneliti, dosen, guru, ahli kimia, ahli statistic, menteri, wartawan, penulis, ahli geologi, ahli gizi, ahli geodesi, ahli farmasi, TI, Sipil..


kami juga punya harapan untuk Indonesia ini, akan memperbaiki negeri ini lewat kemampuan kami masing-masing, menjadikan negeri ini lebih baik lagi..
kami akan merubah Indonesia lewat bidang kami masing-masing :)
-scivepiea­-

Senin, 30 Januari 2012

Bukan Diam

Bukan Diam

Aku terduduk dipenantian, 
dengan angin yang menemaniku terdiam. 
Diam yang tak melakukan apa-apa. 
Hingga tersadar ada yang bisa dilakukan. 
Berjalan, berlari. . .tapi bukan diam. 
Tertawa, menangis. . .tapi bukan diam. 
Tidak 
Aku tak mau berlari, tuk jatuh yang kedua kali. 
Tidak aku tak ingin jatuh, tuk menangis lagi. 
Tapi 
Aku tak ingin diam 
Karna aku tak bisa terjatuh atau menangis lagi.

This text is for you

Dear : N H

setiap maksud yang terucapkan, belum sepenuhnya tersampaikan

Bukankah sebuah kesalahan memiliki kesempatan untuk dimaafkan? Hanya saja kapan waktu yang tepat untuk memaafkan itulah yang tak bisa ditebak.

Aku minta maaf..
Untuk setiap kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat, untuk setiap tindakan yang tak kuketahui yang telah membuatmu sakit hati. Beberapa hari ini, aku merasa bersalah atas apa yang telah aku lakukan. Aku merasa sikapmu berbeda terhadapku. Entah apa yang ingin aku tulis.

Begitu banyak yang ingin aku sampaikan, namun sulit sekali mengungkapkannya.

Aku takut jika ada orang marah kepadaku. Entah kenapa, aku hanya merasa tidak nyaman jika harus marahan dengan seseorang. Semoga kau bisa mengerti apa yg ingin kukatakan, karna aku tidak bisa menyampaikannya..aku juga tidak tahu kenapa.. Aku juga tidak tahu apa kah kau marah atau tidak. Tapi aku tahu, kau mengenalku.
Aku tahu, kau kecewa.

Aku selalu ingin melakukan ini.. menilai seseorang bukan dari tindakan yang telah diperbuat tapi dari niat yang ingin dia sampaikan.

Terimakasih.
 “kamu punya alasan kenapa kamu berubah :) “