Kamis, 09 Agustus 2012

99 Cahaya di Langit Eropa


Setelah membaca buku ini, rasanya benar-benar ingin mengunjungi tempat-tempat yang diceritakan di dalam buku tersebut. Entah mengapa, buku ini membuatku merasa malu, karena pengetahuanku tentang sejarah Islamku begitu kurang. Buku ini bercerita tentang perjalanan penulis yang mencoba menapaki jejak Islam di Eropa yang ternyata menyimpan sejuta misteri. Islam pernah bersinar sebagai peradaban maju di dunia dan menyuburkan Eropa dengan menyebarkan benih-benih ilmu pengetahuan  dan menyianginya dengan kasih sayang semangat toleransi antar umat beragama. Namun kini yang ada hanya rahasia-rahasia masa lalu yang kini hampir tak terlihat lagi di permukaan.

Berikut beberapa tempat yang menurutku menakjubkan, dan semoga Allah kelak memberiku kesempatan untuk mengunjunginya..Amiin :)


1.       Austria
·         Bukit Kahlenberg / Pegunungan Kahlenberg - Wina
Masih menjadi bagian kecil dari gugusan Alpen yang mengitari  7 negara Eropa, tempat untuk melihat kecantikan kota Wina dari ketinggian. Dibawahnya terdapat sebuah masjid “Vienna Islamic Centre” pusat peribadatan umat muslim di Wina.
Wina adalah kota terakhir ekspansi Islam berakhir.
·         Istana ikon Wina, Schoenbrum
·         Schatzkammer Museum : di dalam museum ini terdapat Jubah Raja Roger-seorang Katolik yang taat- yang dipinggri jubah tersebut ada tulisan Arab.
2.      Museum Louvre – Paris
Museum dengan koleksi terlengkap di dunia. Di dalam salah satu ruangan, terdapat sebuah lukisan Bunda Maria yang memakai penutup kepala (semacam Hijab) yang dipinggir kain terdapat inskripsi Arab, yaitu kalimat Tauhid.
3.       The City of Light, Cordoba Spanyol
Cordoba, pusat peradaban Islam di Eropa ribaun tahun lalu juga merupakan peradaban ilmu pengetahuan dan keharmonisan antarumat beragama. Namun sekarang justru Ateisme dan sekulerisme yang menjamur di kota ini. Disina letak The Mosque Cathedral / Mesquita, sebuah masjid yang sekarang menjadi gereja.
4.      Granada
Granada adalah Dinasti Islam terakhir  yang mencoba bertahan di Spanyol. Dan Al- Hambra adalah Istana dari dinasti tersebut.
5.      Hagia Sophia – Istanbul
Adalah sebuah gereja termegah pada jamannya, yang kemudian  menjadi masjid yang menjadi ikon kemenangan dinasti Usmaniyah namun kini menjadi sebuah Museum. Disinilah  The Blue Mosque, sebuah masjid dengan kemewahan atap yang sangat indah dihiasi dengan pahatan, ukiran dan lukisan yang begitu menawan.

Selain membuatku ingin mengunjungi tempat-tempat tadi, aku juga menyukai kata-kata yang ditulis si penulis, Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra.
·         Emosi dan perasaan tersinggung terkadang terlalu kejam dalam diri sendiri, menutupi cara berpikir untuk “membalas dendam” dengan cara luar biasa elok, elegan, dan jauh lebih berwibawa daripada sekadar membalas dengan perkataan atau sikap antipasti.
·         Keteladanan berbicara lebih keras daripada kata-kata.
·         Kau dan aku berbeda namun senyuman kita bermakna sama.
·         Perang memang tidak pernah menjadi jawaban untuk meraih kekuasaan. Yang ada hanya kehilangan.
·         Sejauh-jauhnya orang terhadap agama, pada akhirnya dia tak akan sanggup menjauhkan Tuhan dari hatinya. Meski pikiran dan mulutnya bisa mengingkari-Nya, ruh dan sanubari manusia tidak akan pernah sanggup berbohong.

1 komentar: