Setelah membaca buku ini, rasanya
benar-benar ingin mengunjungi tempat-tempat yang diceritakan di dalam buku
tersebut. Entah mengapa, buku ini membuatku merasa malu, karena pengetahuanku
tentang sejarah Islamku begitu kurang. Buku ini bercerita tentang perjalanan
penulis yang mencoba menapaki jejak Islam di Eropa yang ternyata menyimpan
sejuta misteri. Islam pernah bersinar sebagai peradaban maju di dunia dan
menyuburkan Eropa dengan menyebarkan benih-benih ilmu pengetahuan dan menyianginya dengan kasih sayang semangat
toleransi antar umat beragama. Namun kini yang ada hanya rahasia-rahasia masa
lalu yang kini hampir tak terlihat lagi di permukaan.
Berikut beberapa tempat yang menurutku
menakjubkan, dan semoga Allah kelak memberiku kesempatan untuk
mengunjunginya..Amiin :)
1. Austria
·
Bukit Kahlenberg / Pegunungan Kahlenberg -
Wina
Masih menjadi bagian kecil dari gugusan
Alpen yang mengitari 7 negara Eropa,
tempat untuk melihat kecantikan kota Wina dari ketinggian. Dibawahnya terdapat
sebuah masjid “Vienna Islamic Centre” pusat peribadatan umat muslim di Wina.
Wina adalah kota terakhir ekspansi
Islam berakhir.
·
Istana ikon Wina, Schoenbrum
·
Schatzkammer Museum : di dalam museum ini
terdapat Jubah Raja Roger-seorang Katolik yang taat- yang dipinggri jubah
tersebut ada tulisan Arab.
2. Museum
Louvre – Paris
Museum
dengan koleksi terlengkap di dunia. Di dalam salah satu ruangan, terdapat
sebuah lukisan Bunda Maria yang memakai penutup kepala (semacam Hijab) yang
dipinggir kain terdapat inskripsi Arab, yaitu kalimat Tauhid.
3. The
City of Light, Cordoba Spanyol
Cordoba,
pusat peradaban Islam di Eropa ribaun tahun lalu juga merupakan peradaban ilmu
pengetahuan dan keharmonisan antarumat beragama. Namun sekarang justru Ateisme
dan sekulerisme yang menjamur di kota ini. Disina letak The Mosque Cathedral / Mesquita, sebuah masjid yang sekarang
menjadi gereja.
4. Granada
Granada
adalah Dinasti Islam terakhir yang
mencoba bertahan di Spanyol. Dan Al-
Hambra adalah Istana dari dinasti tersebut.
5. Hagia
Sophia – Istanbul
Adalah sebuah gereja
termegah pada jamannya, yang kemudian
menjadi masjid yang menjadi ikon kemenangan dinasti Usmaniyah namun kini
menjadi sebuah Museum. Disinilah The Blue Mosque, sebuah masjid dengan
kemewahan atap yang sangat indah dihiasi dengan pahatan, ukiran dan lukisan
yang begitu menawan.
Selain membuatku ingin mengunjungi
tempat-tempat tadi, aku juga menyukai kata-kata yang ditulis si penulis, Hanum
Salsabila Rais dan Rangga Almahendra.
·
Emosi dan perasaan tersinggung terkadang
terlalu kejam dalam diri sendiri, menutupi cara berpikir untuk “membalas
dendam” dengan cara luar biasa elok, elegan, dan jauh lebih berwibawa daripada
sekadar membalas dengan perkataan atau sikap antipasti.
·
Keteladanan berbicara lebih keras daripada
kata-kata.
·
Kau dan aku berbeda namun senyuman kita
bermakna sama.
·
Perang memang tidak pernah menjadi jawaban
untuk meraih kekuasaan. Yang ada hanya kehilangan.
·
Sejauh-jauhnya orang terhadap agama, pada
akhirnya dia tak akan sanggup menjauhkan Tuhan dari hatinya. Meski pikiran dan
mulutnya bisa mengingkari-Nya, ruh dan sanubari manusia tidak akan pernah
sanggup berbohong.

antri bukunya,
BalasHapus