Sabtu, 19 Mei 2012

Hujan


Hujan.
Mungkin ia datang karena marah, atau mungkin ia turun karena tengah bahagia. Atau ia tidak marah tidak juga bahagia.

Hujan. Apakah engkau tahu, apakah bahagia atau bersedih diriku ? Apa termenung atau sedang berbunga-bunga hatiku ?

Hujan.. apa aku boleh tahu ?
Bagaimana perasaanmu? Apa kau mau membaginya denganku ? Menyentuh setetes airmu, bisakah aku ikut mengalir bersama persaanmu..


Bisakah kau membuatku tertawa, saat kata-kata mulai tak bermakna.
Bisakah kau membuatku marah, ketika air mata enggan lagi menetes.

Hujan..kadang aku takut, saat kau datang. Aku takut sendirian.
Tapi kau tidak berhenti, semakin deras, semakin membuatku takut. Semakin deras hingga menghilangkan ketakutanku.

Hujan..kenapa engkau tidak datang ? Meski aku menunggumu beberapa waktu. Dan engkau tetap tak datang. Hingga aku lupa dengan penantian panjang yang aku lakukan.

Hujan, kau tidak sedih , kau tidak bahagia.
Tidak tertawa tidak juga menangis.

Tapi..
Aku bisa sedih bisa juga senang, kadang juga tertawa bahkan termenung..
Akupun juga bisa marah, aku juga takut..

Aku pun menanti, menunggu..
Setiap apa yang akan terjadi nanti,  yang akan menjadi tepat di waktu yang telah ditentukan..

Seperti hujan..
Yang turun, dan ia akan berhenti di waktu yang telah ditentukan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar