Hujan.
Mungkin
ia datang karena marah, atau mungkin ia turun karena tengah bahagia. Atau ia
tidak marah tidak juga bahagia.
Hujan.
Apakah engkau tahu, apakah bahagia atau bersedih diriku ? Apa termenung atau
sedang berbunga-bunga hatiku ?
Hujan..
apa aku boleh tahu ?
Bagaimana
perasaanmu? Apa kau mau membaginya denganku ? Menyentuh setetes airmu, bisakah
aku ikut mengalir bersama persaanmu..
Bisakah
kau membuatku tertawa, saat kata-kata mulai tak bermakna.
Bisakah
kau membuatku marah, ketika air mata enggan lagi menetes.
Hujan..kadang
aku takut, saat kau datang. Aku takut sendirian.
Tapi
kau tidak berhenti, semakin deras, semakin membuatku takut. Semakin deras
hingga menghilangkan ketakutanku.
Hujan..kenapa
engkau tidak datang ? Meski aku menunggumu beberapa waktu. Dan engkau tetap tak
datang. Hingga aku lupa dengan penantian panjang yang aku lakukan.
Hujan,
kau tidak sedih , kau tidak bahagia.
Tidak
tertawa tidak juga menangis.
Tapi..
Aku
bisa sedih bisa juga senang, kadang juga tertawa bahkan termenung..
Akupun
juga bisa marah, aku juga takut..
Aku
pun menanti, menunggu..
Setiap
apa yang akan terjadi nanti, yang akan
menjadi tepat di waktu yang telah ditentukan..
Seperti
hujan..
Yang
turun, dan ia akan berhenti di waktu yang telah ditentukan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar