Hembusan
angin menyadarkan lamunan Riana, entah apa yang baru saja ia pikirkan,
pandangannya jauh menerawang. Wajahnya sedikit tampak kecewa entah apa yang
baru saja terjadi padanya.
Riana
menghela napas..
Ia
baru saja mengakhiri sebuah pertempuran. Pertempuran hati.
Bagaiamana
ia mencoba mematikan sebuah rasa yang seharusnya tidak ada. Bagaimana ia memadamkan
rasa.
Layaknya
sebuah pertempuran. Kalah dan menang. Dan Riana adalah pihak yang kalah. Yang
membuatnya hancur berkeping-keping.
Ini
hanyalah sebuah masalah kecil dengan hatinya sendiri. Ini adalah sebuah rasa
yang seharusnya membuat seseorang bahagia, seharusnya ini adalah sebuah rasa
yang wajar. Tapi tidak untuk Riana. Ini hampir membuatnya Mati Rasa.
Riana..
Riana.. senyum palsu tawa palsu dan rasa sakit yang nyata.
Riana
,menghela napas..lagi
Ia
tidak pernah menyangka dengan apa yang akan terjadi. Ia kecewa. Kenapa bukan
orang lain saja yang mengalaminya ? Kenapa harus dirinya ?
Riana...
Riana.. harusnya ia menyadarinya
Ia
memang menyadarinya , akan seperti ini akhirnya.
Kadang
Riana berpikir, “dia masih bisa bahagia, sedangkan ia tidak untuk saat ini”
Riana..
Riana..biarkan saja ini terjadi, ini terlanjur terjadi. Sungguh harusnya kau
tahu Riana, “dia tidak sebaik yang kau pikir”.
Tapi
siapa yang tahu Riana ? Siapa yang tahu bagaimana perasaanya ?
Ia
tidak ingin mengulangi hal yang sama.
Riana
akan menutup hatinya. Entah untuk siapapun itu.
Riana
akan menutup hatinya. Sampai ia merasa baik.
Hanya
waktu yang Riana butuhkan, sampai saat yang tepat.
-Riana-
riana ato mira hayyo :Dv
BalasHapusentahlah..aku jg tidak tau.
BalasHapusMungkin sekarang belum saatnya riana untuk mendapatkan senyum indahnya dari rasa itu.
BalasHapus