Minggu, 09 Oktober 2011

Ayahku hari ini


Semalam aku sakit, perutku sakit. Melilit. Aku sempat berjalan dengan lemas melewati ruang depan tv, dan kamar ayahku. Aku lihat Beliau belum tidur, hanya terbaring saja. Mungkin juga Bapak melihatku berjalan dengan lemas sambil memanggil-manggil ibuku dengan suara lirih. Lalu aku membaringkan badanku ke kamar belakang. Aku mendengar, Bapak menanyakan keadaanku pada Ibu, “perutnya sakit” kata ibu pada bapak. Aku juga mendengar bapak bilang, aku suruh minum obat dan lekas tidur.
-Bapak menyuruhku minum obat, disaat Beliau juga harus minum obat tiap hari.
-Bapak menyuruhku istirahat, disaat Beliau membutuhkan banyak istirahat.



Pagi harinya, sekitar pukul 4 pagi. Dimana aku biasanya sudah terbangun untuk mempersiapkan diri ke sekolah. Bapak bilang ke ibuk untuk membangunkanku.
Tapi ibuk tidak membangunkanku, ibuk tahu keadaanku.
Selesai mandi dan bersiap-siap berangkat, aku kembali kekamar, dan terbaring sebentar disamping ibukku, ibuk bilang istirahat dirumah dulu.
Saat ibuku pergi membeli sarapan, aku bersiap berangkat, berjalan dengan lemas. Bapak bilang, jangan berangkat sekolah dulu. Istirahat.
Bapak bilang, jangan memaksakan diri.
Bapak bilang, kesehatan itu dijaga.
Bapak bilang, istirahat saja.

-Bapak masih memperhatikan aku, disaat Beliau lebih banyak membutuhkan perhatian.
-Bapak mengkhawatirkan aku sakit, disaat Beliau sakit
Setelah seharian tidur, dan beristirahat, aku lihat bapak berjalan dengan besi penyangga yang membantunya berjalan, ia duduk di teras rumah dan sedang berbincang dengan tetangga.
-Bapakku hari ini lebih sehat.
“Ya Allah, terimakasih atas nikmat yang kau berikan”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar