Semalam
aku sakit, perutku sakit. Melilit. Aku sempat berjalan dengan lemas melewati
ruang depan tv, dan kamar ayahku. Aku lihat Beliau belum tidur, hanya terbaring
saja. Mungkin juga Bapak melihatku berjalan dengan lemas sambil
memanggil-manggil ibuku dengan suara lirih. Lalu aku membaringkan badanku ke
kamar belakang. Aku mendengar, Bapak menanyakan keadaanku pada Ibu, “perutnya
sakit” kata ibu pada bapak. Aku juga mendengar bapak bilang, aku suruh minum
obat dan lekas tidur.
-Bapak
menyuruhku minum obat, disaat Beliau juga harus minum obat tiap hari.
Pagi
harinya, sekitar pukul 4 pagi. Dimana aku biasanya sudah terbangun untuk
mempersiapkan diri ke sekolah. Bapak bilang ke ibuk untuk membangunkanku.
Tapi
ibuk tidak membangunkanku, ibuk tahu keadaanku.
Selesai
mandi dan bersiap-siap berangkat, aku kembali kekamar, dan terbaring sebentar
disamping ibukku, ibuk bilang istirahat dirumah dulu.
Saat
ibuku pergi membeli sarapan, aku bersiap berangkat, berjalan dengan lemas.
Bapak bilang, jangan berangkat sekolah dulu. Istirahat.
Bapak
bilang, jangan memaksakan diri.
Bapak
bilang, kesehatan itu dijaga.
Bapak
bilang, istirahat saja.
-Bapak
masih memperhatikan aku, disaat Beliau lebih banyak membutuhkan perhatian.
-Bapak
mengkhawatirkan aku sakit, disaat Beliau sakit
Setelah
seharian tidur, dan beristirahat, aku lihat bapak berjalan dengan besi
penyangga yang membantunya berjalan, ia duduk di teras rumah dan sedang
berbincang dengan tetangga.
-Bapakku
hari ini lebih sehat.
“Ya
Allah, terimakasih atas nikmat yang kau berikan”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar