Sebuah tawa selalu menutup duka.
Entah itu tawa yang nyata atau hanya dibuat-buat. Seulas senyum selalu menutup
sakit yang teramat. Entah itu senyum paksa atau memang adanya. Berpura-puralah
bahagia, karna itu jauh lebih mudah daripada berperilaku seolah berduka.
Bersedihlah dalam waktu yang cukup saja, lalu kembali menata puing-puing luka,
meerenungi kesalahan, lalu menyusun kembali kesenangan. Karna kebahagian tidak
pernah benar-benar bahagia jika luka belum terasa. Berbahagialah dengan tawa
dan senyum yang dipaksa agar semua menjadi biasa. Bukan mengabaikan luka, hanya
menutupi agar tidak jelas terlihat, agar tidak terasa oleh lainnya. Atau
semacam cara lain untuk menyembuhkan. Dan terbiasalah untuk menciptakan
kebahagiaan. Semua rasa akan indah, sembunyikanlah dalam senyum dan tawa.