Selasa, 07 Desember 2010

Ekspresi Muda bag.2

Senior berkata
Disitulah kamu bercerita
Kumulai dengan kerlap-kerlip karakter yang berperan
Ego dan mental yang belum sempurna.
Adanya api yang menyala ketika kehangatan tak sama rasa,
atau gencatan senjata jika tak sepaham alurnya..
Jangan herankan sebuah perselisihan
jangan salahkan siapa atau masalahnya apa..
karna semua itu tergantung bagaimana mengendalikan emosi kita
maka belajarlah untuk mengaturnya!!
Dan ada pula ini ceirita..
tentang segerombolah asa, bermain cita berbagi harap..
menyapalah kamu satu yang lainnya.
berikan senyum dalam tiap langkah.
Sungguh kawan, dengarkan ini
kubagi lagi cita dan harap ini
Kumau kita tak sekedar bercanda
Bersuaralah jika kerja sendiri tak bisa kau lakoni
maka langkahku meringankan bebanmu semampuku..
Sungguh kawan simphoni indah terukir kebersamaan...

Ekspresi Muda

Berjalan direrimbunan asa
Bertahan diberbagai rasa dahaga
Bergelut hampir usai, tapi tak nampak cukup tuk robohkan fondasi hati ini.
Ini berat, dan masih terombang-ambing di ombaknya ekspresi muda.
Sering pula sama kata, kerab juga lain kalimat
Karena ini ekspresi muda !
Yang entah apa maunya, sebatas berucap tuk dapatkan semilir sang bayu.
Bagusnya jika sepasang yang bercerita
Mengenai mereka yang bersuka, terpenuhi kasih bunga sakura.
Terdambakan oleh setiap mata.
Dan bayangkan pertempuran diantara kita
Merasa bangga hanya karna luapan amarah
Merasa bangga hanya karna kalahkan yang lemah.
Benarkah itu ?
Coba bayangkan, kita yang berjalan diberbagai beda arah tapi tetap sama kata dan kalimat.
Saling menepuk pundak tuk bangkitkan kerjasama.
Bukankah itu indah, dan mudah jika kita yang bersama
Karna kita ekspresi muda.