Senior berkata
Disitulah kamu bercerita
Kumulai dengan kerlap-kerlip karakter yang berperan
Ego dan mental yang belum sempurna.
Adanya api yang menyala ketika kehangatan tak sama rasa,
atau gencatan senjata jika tak sepaham alurnya..
Jangan herankan sebuah perselisihan
jangan salahkan siapa atau masalahnya apa..
karna semua itu tergantung bagaimana mengendalikan emosi kita
maka belajarlah untuk mengaturnya!!
Dan ada pula ini ceirita..
tentang segerombolah asa, bermain cita berbagi harap..
menyapalah kamu satu yang lainnya.
berikan senyum dalam tiap langkah.
Sungguh kawan, dengarkan ini
kubagi lagi cita dan harap ini
Kumau kita tak sekedar bercanda
Bersuaralah jika kerja sendiri tak bisa kau lakoni
maka langkahku meringankan bebanmu semampuku..
Sungguh kawan simphoni indah terukir kebersamaan...
Selasa, 07 Desember 2010
Ekspresi Muda
Berjalan direrimbunan asa
Bertahan diberbagai rasa dahaga
Bergelut hampir usai, tapi tak nampak cukup tuk robohkan fondasi hati ini.
Ini berat, dan masih terombang-ambing di ombaknya ekspresi muda.
Sering pula sama kata, kerab juga lain kalimat
Karena ini ekspresi muda !
Yang entah apa maunya, sebatas berucap tuk dapatkan semilir sang bayu.
Bagusnya jika sepasang yang bercerita
Mengenai mereka yang bersuka, terpenuhi kasih bunga sakura.
Terdambakan oleh setiap mata.
Dan bayangkan pertempuran diantara kita
Merasa bangga hanya karna luapan amarah
Merasa bangga hanya karna kalahkan yang lemah.
Benarkah itu ?
Coba bayangkan, kita yang berjalan diberbagai beda arah tapi tetap sama kata dan kalimat.
Saling menepuk pundak tuk bangkitkan kerjasama.
Bukankah itu indah, dan mudah jika kita yang bersama
Karna kita ekspresi muda.
Bertahan diberbagai rasa dahaga
Bergelut hampir usai, tapi tak nampak cukup tuk robohkan fondasi hati ini.
Ini berat, dan masih terombang-ambing di ombaknya ekspresi muda.
Sering pula sama kata, kerab juga lain kalimat
Karena ini ekspresi muda !
Yang entah apa maunya, sebatas berucap tuk dapatkan semilir sang bayu.
Bagusnya jika sepasang yang bercerita
Mengenai mereka yang bersuka, terpenuhi kasih bunga sakura.
Terdambakan oleh setiap mata.
Dan bayangkan pertempuran diantara kita
Merasa bangga hanya karna luapan amarah
Merasa bangga hanya karna kalahkan yang lemah.
Benarkah itu ?
Coba bayangkan, kita yang berjalan diberbagai beda arah tapi tetap sama kata dan kalimat.
Saling menepuk pundak tuk bangkitkan kerjasama.
Bukankah itu indah, dan mudah jika kita yang bersama
Karna kita ekspresi muda.
Sabtu, 13 November 2010
mom
Banyak hal yg ingin ku sampaikan..
Tapi aku tak pandai bermain kata ataupun merangkai bunga, hanya saja aku tau aku punya cinta untUknya..
Benar maaf memang tak menuTup saLah, benar airmata tak lenyapkan kekecewaan., tp semoga doa bisa kabulkan..
Bukan kaRna perayaan, tp mungkin kan lebih berkesan..
Maaf semua uLahku hingg...a airmata itU.
selalu dan selalu inginku, tuk kau teTap menemaniku
.senyumMu permaTa bagiku..
terimakasih
Ibu.
Tapi aku tak pandai bermain kata ataupun merangkai bunga, hanya saja aku tau aku punya cinta untUknya..
Benar maaf memang tak menuTup saLah, benar airmata tak lenyapkan kekecewaan., tp semoga doa bisa kabulkan..
Bukan kaRna perayaan, tp mungkin kan lebih berkesan..
Maaf semua uLahku hingg...a airmata itU.
selalu dan selalu inginku, tuk kau teTap menemaniku
.senyumMu permaTa bagiku..
terimakasih
Ibu.
Kamis, 07 Oktober 2010
penipuan
terbitnya mentari pagi ini.. .
menandakan tug mulai ukir cerita hari ini. .
tak banyak yang bisa kuharapkan lagi, karna sesak hati sempat menyelimuti.
sesak yang benar-benar membuatku menahan marah. bukannya aku tak mau marah!!
hanya saja,,tak ada guna juga ku marah.
sesak pasti beralasan..
sebuah aLasan yang sepertinya sulit ku ungkapkan.
sebuah aLasan yang biarkan aku yang memendam.
luka. . .
memang sebuah perkara untukku.
perkara yang pasti tak ku lupa tapi aku coba tak tak lagi menghiraukannya.
ini sebuah penipuan. . .
Saya tegaskan PENIPUAN!!!
seperti itulah rasanya...
saya tak bisa menggambarkannya.
hanya saja jika teringat rasanya ingim....ingin...ingin marah yang tag bersuara.
apalah namanya. . .
tidak ada harapan yang lebih.
hanya saja semoga Tuhan mengerti apa yang kurasakan...
menandakan tug mulai ukir cerita hari ini. .
tak banyak yang bisa kuharapkan lagi, karna sesak hati sempat menyelimuti.
sesak yang benar-benar membuatku menahan marah. bukannya aku tak mau marah!!
hanya saja,,tak ada guna juga ku marah.
sesak pasti beralasan..
sebuah aLasan yang sepertinya sulit ku ungkapkan.
sebuah aLasan yang biarkan aku yang memendam.
luka. . .
memang sebuah perkara untukku.
perkara yang pasti tak ku lupa tapi aku coba tak tak lagi menghiraukannya.
ini sebuah penipuan. . .
Saya tegaskan PENIPUAN!!!
seperti itulah rasanya...
saya tak bisa menggambarkannya.
hanya saja jika teringat rasanya ingim....ingin...ingin marah yang tag bersuara.
apalah namanya. . .
tidak ada harapan yang lebih.
hanya saja semoga Tuhan mengerti apa yang kurasakan...
Langganan:
Komentar (Atom)